- Kadiv Humas Polri: Wartawan Berperan Strategis Menjaga Nilai Kebangsaan, Demokrasi, dan NKRI
- Retret PWI Masuki Hari Kedua, Disiplin dan Integritas Jadi Penekanan
- Rangkaian HPN 2026, PWI dan Kemenhan Gelar Retret Perkuat Pers Profesional dan Berwawasan Kebangsaan
- Danrem 064/MY Tekankan Disiplin dan Etika Prajurit Saat Kunker ke Kodim 0602/Serang.
- Индикаторы для MetaTrader 4 MT4 Финансовый журнал ForTrader org
Tingkatkan Keterwakilan Perempuan di Legislatif, BKBPP Cilegon Gandeng Media Massa
Cilegon – Keterwakilan perempuan di legislatif saat ini masih sangat minim. Hal ini tak terlepas dari masih kurang dukungan perempuan terhadap caleg perempuan, dan juga masih adanya pembedaan perempuan yang berkarir.
Di Kota Cilegon, Provinsi Banten, saat ini keterwakilan perempuan di legislatif baru 8 orang saja dari 40 anggota legislatif yang ada. Hal ini berarti keterwakilan perempuan baru mencapai 17 persen. Padahal sesuai grand design kementrian pemberdayaan perempuan tahun 2016,
keterwakilan perempuan harus mencapai 30 persen.
Karena itulah, untuk mencapai keterwakilan perempuan hingga 30 persen pada pemilihan legislatif tahun 2019 mendatang, Pemerintah Kota Cilegon melalui Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP), Bidang Kesetaraan dan Keadilan Gender, berusaha mendongkrak pencapaian ini dari jauh-jauh hari. Salah satunya dengan meminta bantuan media dalam mempublikasikan kiprah perempuan berprestasi di media massa.
“Selama ini, kurang pamornya caleg perempuan tak terlepas dari kurang dukungannya masyarakat perempuan sendiri, dan juga masih adanya pembedaan gender perempuan yang berkarir,” kata Kasubid Persamaan Gender dan Bina Media Massa BKBPP Kota Cilegon, kemarin.
Masitoh mengungkapkan sebelumnya mereka sudah pernah melaksanakan workshop pemberdayaan perempuan. Tetapi hal ini masih dirasakan kurang jika tidak adanya publikasi yang bisa meningkatkan dukungan massa.
“Karena itu, saya berharap ke depan media massa bisa terus mempublikasikan hal-hal yang positif dan prestasi perempuan, sehingga menjelang pemilihan calon legislatif tahun 2019 mendatang kepercayaan masyarakat, terutama kalangan perempuan terhadap caleg perempuan bisa meningkat,” kata Masitoh. (Henny)
